Pengertian Aqiqah dan Qurban dengan Dasar Hukum, Dalil serta Hikmahnya

By | January 23, 2020

Semua umat muslim pasti mengetahui tentang aqiqah dan qurban.Aqiqah dan qurban seringkali menjadi pertanyaan besar, apakah keduanya sama? Untuk menjawabnya, anda harus memahami apa pengertian aqiqah dan qurban, dan aspek-aspek lain yang akan dijelaskan secara rinci di pembahasan kali ini.

pengertian aqiqah & qurban dg dasar hukum, dalil, serta hikmahnya

Pengertian Aqiqah dan Qurban

Baik aqiqah maupun qurban sama-sama berbicara tentang penyembelihan hewan. Namun, ada banyak aspek lain yang membedakan antara keduanya. Anda tidak dapat menarik kesimpulan karena satu kesamaan saja. Karena diperlukan data pendukung lainnya untuk mendapatkan kesimpulan yang benar.

Kekeliruan dalam memahami aqiqah dan qurban akan berdampak pada kesalahan praktik di lapangan. Baik pada tataran pemikiran hingga pada pelaksanaannya.

Pengertian Aqiqah Menurut Bahasa dan Istilah

Secara bahasa, pengertian aqiqah adalah memotong. Aqiqah berasal dari kata aqqa – yauqqu – aqqan. Menurut para ulama, arti memotong pada aqiqah yakni memotong/menyembelih hewan dan memotong rambut bayi yang baru lahir.

Sedangkan pengertian aqiqah menurut istilah adalah sebuah ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas lahirnya seorang anak ke dunia dengan cara menyembelih hewan dan memotong rambut bayi yang baru lahir.

Pengertian Aqiqah dan Dalilnya

Dari segi tujuannya, pengertian aqiqah adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas lahirnya seorang anak. Hal ini diperkuat oleh sabda Rasulullah SAW:

“Telah menceritakan kepada kamu Abu Nu’man berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Muhammad dari Sulaiman bin Amin, ia berkata,”Pada anak lelaki ada kewajiban aqiqah.” Dan Hajjaj berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad berkata, telah mengabarkan kepada kami Ayyub dan Qatadah dan Hisyam dan Habib dari Ibnu Sirin dari Salman dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan berkata tidak satu orang dari Ashim dan Hisyam dari Hafshah binti Sirin dari Ar Rabab dari Salman bin Amir Adl Dlabiyyi dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan Yazin bin Ibrahim juga menceritakan dari Ibnu Sirin dari Salman perkataanya, dan Ashbagh berkata, telah mengabarkan kepadaku Ibnu Wahb dari Jarir bin Hazim dari Ayub As Sakhtiyani dari Muhammad bin Sirin berkata, telah menceritakan kepada kami Salman bin Amir Adl Dlabbi ia berkata,”Aku mendengar Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Pada anak lelaki ada kewajiban aqiqah, maka potongkanlah hewan sebagai aqiqah dan buanglah keburukan darinya.” (HR. Bukhori No 5049)

 

Waktu dan Hewan untuk Aqiqah

pengertian aqiqah & qurban dg dasar hukum, dalil, serta hikmahnya

pengertian aqiqah & qurban dg dasar hukum, dalil, serta hikmahnya

Waktu yang tepat untuk melaksanakan aqiqah afdhalnya adalah hari ketujuh setelah kelahiran anak. Namun, jika ekonomi tidak memungkinkan maka boleh dilakukan di lain waktu. Kemudian, hewan yang disembelih harus memiliki kriteria di bawah ini:

  1. Sehat dan tidak cacat
  2. Sudah berganti gigi
  3. Menggunakan hewan kambing
  4. Usia hewan sudah cukup dewasa

Sedangkan untuk jumlah hewan yang disembelih, anak laki-laki sebanyak 2 ekor kambing dan anak perempuan 1 ekor kambing. Pelaksanaan aqiqah hanya dilakukan sekali seumur hidup.

Pengertian Qurban Menurut Bahasa dan Istilah

Menurut bahasa, qurban berasal dari kata qariba – yaqrabu – qurbanan wa wirbanan yang artinya adalah dekat. Kemudian, kata qurban juga dekat dengan kata udhiyyah yang merupakan bentuk jamak dari kata dhahiyyah yang asalnya dari kata dhaha (waktu dhuha).

Sedangkan menurut istilah, qurban adalah menyembelih hewan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan dilaksanakan pada Hari Raya Haji atau Idul Adha. Tepatnya pada tanggal 10 Dzulhijjah dan tiga hari tasyriq setelahnya yaitu 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

 

Pengertian Qurban dan Dalilnya

pengertian qurban dan dalilnya

pengertian qurban dan dalilnya

Perintah untuk berkurban telah tercantum pada Al Qur’an Surat As – Shafaat ayat 102 dan Al Kautsar ayat 2:

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata:”Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab:”Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu: insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” QS. As Shafaat : 102

“Maka salatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah hewan kurban.” QS. Al Kautsar : 2

Waktu dan Hewan untuk Qurban

Berbeda dengan aqiqah, waktu untuk berqurban adalah pada tanggal 10 Dzulhijjah dan tiga hari setelahnya yaitu 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Adapun kriteria hewan untuk diqurbankan adalah sebagai berikut:

  1. Hewan yang boleh digunakan adalah unta, kambing, dan sapi
  2. Sehat dan tidak cacat
  3. Secara usia, jika menggunakan domba minimal berusia 1 tahun, kambing minimal 2 tahun, sapi dan kerbau berusia 2 tahun lebih, dan unta minimal berusia 5 tahun atau lebih.

Khusus pelaksanaan qurban, jumlah hewan yang diqurbankan tidak dibatasi dan dapat diulang tiap tahunnya sesuai dengan kecukupan ekonomi.

Hikmah Aqiqah dan Qurban

Melaksanakan aqiqah dapat meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Bahwa segala nikmat yang telah diberikan kepada kita wajib disyukuri agar kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang kufur nikmat.

Sedangkan berqurban akan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagai umat muslim yang selalu bergantung kepada Allah, sudah sepatutnya mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta.

Kesimpulan

Setelah memahami pengertian aqiqah dan qurban secara rinci, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman tentang aqiqah dan qurban baik dari segi pemahaman maupun pelaksanaannya. Apalagi menyamakan satu dengan yang lainnya. Semoga kita selalu dalam lindunganNya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *