Aqiqah Anak Perempuan dan Laki-laki

By | January 25, 2020

Aqiqah anak merupakan sebuah ibadah yang dilakukan ketika seorang anak lahir dengan cara memotong hewan berupa kambing dan mencukur rambut bayi. Ibadah tersebut adalah bentuk ungkapan syukur atas lahirnya anak ke dunia.

Aqiqah Anak Perempuan dan Laki-laki

Namun, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum aqiqah ini, yaitu wajb, sunnah, dan sunnah muakkad. Sedangkan untuk mahzab Imam Syafi’I, hukum aqiqah adalah sunnah (mustahab) apabila mampu melaksanakannya. Jika tidak, maka tidak ada paksaan hingga mampu.

Secara anjurannya, aqiqah anak sholeh dapat dilaksanakan pada hari ke tujuh setelah kelahiran anak sekaligus memberinya nama. Namun, ada pula yang berpendapat, aqiqah dapat dilakukan juga pada hari ke 14, 21, dan seterusnya. Pendapat terakhir, aqiqah dapat dilakukan kapan saja ketika mampu.

Ketentuan Aqiqah

Untuk melakukan ibadah aqiqah, ada beberapa ketentuan yang harus diketahui, yaitu sebagai berikut:

  1. Ibadah aqiqah dilakukan oleh orang tua
  2. Kewajiban orang tua untuk mengaqiqahkan anak adalah sampai anak mencapai akil baligh. Jika anak sudah mencapai akil baligh, maka kewajiban orang tua mengaqiqahkan anak menjadi gugur.
  3. Apabila anak sudah mencapai akil baligh dan belum melakukan aqiqah, maka anak dapat melaksanakan aqiqahnya sendiri atau juga boleh untuk tidak melaksanakannya.

Aqiqah Anak Perempuan

Aqiqah Anak Perempuan dan Laki-laki

Aqiqah anak perempuan adalah aqiqah yang dilakukan pada bayi perempuan. Setiap bayi memiliki kesamaan dan perbedaan dalam aqiqah. Kesamaan aqiqah antara bayi perempuan dan laki-laki adalah sebagai berikut:

  1. Memotong kambing aqiqah
  2. Mencukur rambut bayi
  3. Meniup ubun-ubun bayi
  4. Walimatul aqiqah

Pada aqiqah anak perempuan, banyaknya kambing yang harus disembelih adalah satu ekor. Kambing harus sudah cukup umur, tidak cacat, dan sehat.

Aqiqah Anak Laki-Laki

 

Aqiqah Anak Perempuan dan Laki-laki

Sedangkan perbedaan aqiqah anak laki-laki dan perempuan adalah pada jumlah kambing yang disembelih. Khusus untuk anak laki-laki, kambing yang disembelih untuk aqiqah adalah dua ekor. Adapun dalilnya adalah sebagai berikut:

Untuk bayi perempuan lazimnya disunnahkan menyembelih seekor kambing. Sementara aqiqah bayi laki-laki disunnahkan menyembelih dua ekor. Jumlah ini menjadi ketentuan. Tetapi kalau keadaan mendesak, aqiqah dengan seekor kambing untuk anak laki-laki bisa mungkin. Tidak mesti dua ekor. (Muhammad bn Qasim dalam karyanya Fathul Qarib)

Aqiqah Anak yang Sudah Meninggal

Lantas, bagaimana jika orang tua ingin melaksanakan aqiqah namun anaknya sudah meninggal? Dalam hal ini telah dijelaskan secara rinci dalam kitab Fatawa Isma’il Zain yang menerangkan tentang tata cara aqiqah anak yang sudah meninggal.

Apabila seorang anak tidak pernah lahir ke dunia (meninggal dalam kandungan) maka tidak ada anjuran untuk melaksanakan aqiqah. Sedangkan jika bayi tersebut sempat hidup di dunia dan kemudian meninggal, disunnahkan untuk mengaqiqahkan anak tersebut.

“Tidak disunnahkan memberi nama bagi janin, begitu juga aqiqah, karena memberi nama dan aqiqah hanya disunnahkan bag anak bayi yang telah terlahir ke dunia.”

“Sedang untuk janin yang meninggal dalam kandungan ibunya, lalu dikuburkan bersama ibunya maka tidak disunnahkan memberikan nama dan aqiqah bagi jann tersebut.”

Aqiqah merupakan salah satu ibadah yang mulia. Maka, sebisa mungkin jangan sampai alasan ekonomi menjadi penghalang untuk melaksanakan ibadah aqiqah. Walaupun sebenarnya untuk menjalankan aqiqah sendiri tidak diwajibkan bagi yang tidak mampu.

Namun, jika mampu melaksanakannya adalah lebih baik. Sebagai perwujudan syukur atas nikmat besar yang telah diberikan oleh Allah SWT berupa anak yang sholeh dan juga sehat.

Demikianlah wawasan tentang aqiqah anak. Semoga penjelasan di atas dapat mempermudah pelaksanaan aqiqah. Amin ya rabbal ‘alamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *